Apa Sebabnya puasa kita tidak diterima ?

Puasa merupakan amalan paling mulia dan mempunyai kedudukan tinggi di sisi Allah, dengan tinggi derajat puasa tersebut allah menciptakan surga khusus bagi hamba hambaNya yang rajin berpuasa, dan diantara puasa-puasa yang disyariatkan dalam Islam ada yang diwajibkan atas seluruh ummat Islam diseluruh dunia, yaitu puasa ramadhan.

Puasa adalah untuk menahan hawa nafsu termasuk makan dan minum dan juga menjaga amarah dimulai dari terbiytnya fajar sampai terbenamnya matahari dan puasa ramadhan sangat lah besar pahala yang Allah berikan bagi hambaNya, tetapi ada juga hal hal yang dapat membuat puasa kita di terima berikut hal hal tersebut :


1. Makan dan Minum,atau memasukkan sesuatu ke dalam lubang tubuh dengan sengaja. Dasarnya adalah Q.S. Al-Baqarah: 187, “.. .makan dan minumlah hingga waktu fajar tiba (yang) dapat membedakan antara benang putih dan hitam…”.

2. Melakukan hubungan badan. Yang tergolong dalam hubungan badan adalah, masuknya alat kelamin pria dengan wanita dalam keadaan sengaja dan sadar.

3. Melakukan pengobatan, yang memungkinkan masuknya sesuatu dari salah satu lubang tersebut.

4. Muntah dengan sengaja. Sebaliknya, jika kita muntah karena sakit atau tidak disengaja, puasanya masih sah. Diriwayatkan dari Abu Hurairah, Rasulullah saw. bersabda, “Barang siapa yang tidak sengaja muntah, ia tidak diwajibkan mengganti puasanya, dan barang siapa yang sengaja muntah maka ia wajib mengganti puasa”.

5. Keluarnya air mani, Dalam hal ini, baik yang melakukan masturbasi hingga keluar atau menggunakan tangan/bagian tubuh istri, sama-sama batal berpuasa. Sementara, jika seseorang mimpi basah, maka tidak dikategorikan batal puasa.

6. Haid bagi wanita. Diriwayatkan oleh Aisyah, haid membatalkan puasa, dan wanita yang masih mampu, wajib menggantinya. “Kami (kaum perempuan) diperintahkan mengganti puasa yang ditinggalkan, tetapi tidak diperintahkan untuk mengganti shalat yang ditinggalkan”. (H.R. Muslim)

7. Nifas atau darah yang keluar dari kemaluan perempuan setelah melahirkan. Jika ia berpuasa dan mengeluarkan nifas, berarti puasanya tidak sah.

8. Gila atau hilang kewarasan. Seseorang wajib berpuasa jika sudah cukup umur dan waras. Ketika ia menjadi gila, otomatis kewajiban berpuasa tersebut.

9. Murtad atau keluar dari agama Islam. Puasa Ramadhan adalah kewajiban umat Islam, sehingga ketika ia mengingkari Allah sebagai Tuhan Yang Maha Satu, atau tidak lagi menganut Islam, kewajban itu terhapus dan puasanya tidak sah.

0 Response to "Apa Sebabnya puasa kita tidak diterima ?"

Post a Comment